web analytics
Seni Bandung #1 Berikan Ruang Ekspresi bagi Seniman
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada Sep 24, 2017 | 09:43 WIB
Seni Bandung #1 Berikan Ruang Ekspresi bagi Seniman
Konferensi pers Seni Bandung #1, Jumat (22/9/2017).(Enenf)
BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Menerawang esistensi ruang gerak kreatif para seniman, Bandung belum memiliki ruang bersama yang ajeg untuk mewadahi mereka.
 
Bahkan bila dilihat dari beragam kegiatan yang digelar, Bandung terkesan hanya memiliki festival yang berdurasi tidak terlalu lama. Pun lokasinya tidak berpindah.
 
Tapi bagaimana dengan para seniman yang eksis berkesenian di ruang kreatif kecil?
 
Seniman Kota Bandung Iman Soleh menyebutkan Bandung merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang tidak mempunyai forum bersama untuk para seniman. 
 
Kini, kegelisahan itu yang dimunculkan para seniman Kota Bandung untuk melontarkan keinginannya, yakni melalui sebuah "Buku" berjudul Seni Bandung #1. 
 
"Seni Bandung #1adalah pintu awal untuk ruang kreativitas Kota Bandung," kata Iman di sela konferensi pers Seni Bandung #1 di Sekertariat Seni Bandung, Jumat (22/9/2017) malam. 
 
Berkecimpung di dunia seni sejak 1984, Iman merindukan forum yang bisa menyatukan para seniman. "Selama 30 tahun berkesenian, tidak pernah ada sebuah forum yang menyatukan di mana teater, seni rupa, musik, sastra, dan tari," ujarnya.
 
Bagi Iman, ide membaca forum perlu perlahan. Mulai dari mengenal bioestetik, kesenimanan, hingga kecenderungan mereka. "Sedikit rumit untuk membaca karena seniman-seniman  tumbuh berkembang di sudutnya masing-masing," ujarnya.
 
Sebut saja komunitas Celah-Celah Langit (CCL), tanpa relasi aktif dengan pemerintah tetap menyajikam kreativitasnya.
 
 "Jadi kebijakan pertama yang penting membaca kecenderungan kesenian di Bandung dulu,” ujarnya.
 
Iman mencontohkan seperti seniman Kota Bandung bergaya longser pasti terbagi dalam jenis modern atau kontemporer. Lalu ada pendekatan yang sangat tradisional misalnya upacara adat. 
 
"Sebut saja Pasanggrahan, pendekatan yang digunakan sebagai tontonan melainkan sebuah doa, tapi malam harinya banjidoran," katanya.
 
Begitu juga ketika kerinduan untuk bisa menemukan sebuah festival yang mampu mewakili semua ruang kreasi.
 
Saat ini pihaknya berusaha menempatkan Seni Bandung#1 di tangan banyak orang. “Mungkin sajian bisa jadi bekal untuk forum-forum berikutnya, seperti Seni Bandung #2, Seni Bandung #3, dan seterusnya," kata Iman. 
 
Ia mengharapkan Seni Bandung#1 bisa tampil di berbagai ruang kreatif tanpa memusatkannya di satu titik. Hal ini untuk menjaga sikap independensi para seniman. Bahkan lewat forum bisa menjadi awalan dan memberikan kontribusi pada pemikiran kebudayaan.
 
Cara Menyatakan Diri
 
Seni Bandung #1 salah satu cara seniman dan komunitas untuk menyatakan eksistensi diri. 
 
Forum kesenian ini akan dilaksanakan selama satu bulan penuh. Menampilkan 150 kelompok dengan 2.475 seniman dan komunitas yang akan tampil di ruang kreatifnya masing-masing. 
 
Euforia kesenian ini sangat disayangkan bila tidak dicatat dalam sejarah. 
 
“Sudah seharusnya kalau kita memulai dari iqra, maka diakhiri dengan kalam. Kalau kita harus memulainya dari membaca maka harus diakhiri oleh menuliskan," ujarnya.
Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600