web analytics
Ketika Manusia Menunggu Kematian
Oleh Mildan Abdalloh, pada Sep 18, 2017 | 19:14 WIB
Ketika Manusia Menunggu Kematian
Adegan dalam sebuah pertunjukan berjudul "Kereta Kencana" karya Eugene Lenesco terjemahan WS Rendra yang dimainkan oleh Teater Awal Bandung, Senin (18/9/2017) di Gedung Abdjan Soelaeman, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Mildan Abdalloh/AyoBandung)

BANDUNG,AYOBANDUNG.COM -- Kesepian, mungkin hal tersebut dirasakan oleh pasangan suami istri yang tinggal dalam sebuah rumah. Di usianya yang telah menginjak 200 tahun, pasangan jompo tersebut hanya hidup berdua. Hanya berdua, tidak mempunyai keturunan, dan hidup terlalu lama membuat keduanya menunggu kereta kencana yang menjemputnya ke alam lain.

Sambil menunggu kereta kencana, keduanya saling bercakap di sebuah ruangan dalam rumahnya. Namun yang ditunggu-tunggu belum juga tiba.

Bermula dari bayangan masa lalu, keduanya kemudian saling menghibur dengan memerankan berbagai tokoh, seperti badut, jendral dan hal konyol lainnya.

Kisah tersebut merupakan adegan dalam sebuah pertunjukan berjudul "Kereta Kencana" karya Eugene Lenesco terjemahan WS Rendra yang dimainkan oleh Teater Awal Bandung, Senin (18/9/2017) di Gedung Abdjan Soelaeman, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Adegan-adegan yang apik diperankan oleh Yayan Katho dan Betha ditambah efek lampu dan musik membuat 300-an penonton yang hadir larut dalam suasana. Kekonyolan-kekonyolannya dalam adegan membuat para penonton terbahak-bahak.

Amen Husein sebagai sutradara sukses menyuguhkan pementasan yang digelar sebagai peringatan Milad Teater Awal Bandung ke 30 tersebut.

"Semua manusia mempunyai keinginan untuk berumur panjang. Tapi bagaimana jika keinginannya terkabul?," tutur Amen saat diwawancara.

Menurutnya naskah "Kereta Kencana" akan menyadarkan manusia ketika hidup terlalu lama, kejenuhan akan melanda sehingga kematian menjadi hal yang dinanti-nanti.

"Kereta kencana yang ditunggu oleh kakek dan nenek merupakan bentuk dari kematian yang mereka tunggu, namun tidak kunjung datang," katanya.

Kejenuhan menunggu yang tidak kunjung datang ditambah kesepian, kata Amen, menjadikan manusia bisa melakukan hal konyol seperti yang dilakukan nenek dan kakek dalam naskah "Kereta Kencana". 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600