web analytics
Menunggu Keputusan PSSI Terkait Aksi "Save Rohingya" Bobotoh Persib
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada Sep 13, 2017 | 17:43 WIB
Menunggu Keputusan PSSI Terkait Aksi
Bobotoh Persib menghidupkan flare saat pertandingan tim kesayangannya belum lama ini. Tindakan tersebut membuat Persib dikenai sanski.

​BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Persib Bandung kembali dihadiri bobotoh saat melawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat akhir pekan lalu, usai mendapatkan sanksi larangan menonton empat pertandingan oleh PSSI.

Hampir seluruh tribun, mulai VIP, timur, barat, selatan, dan utara dipenuhi bobotoh. Sebagian besar bobotoh membawa atribut Maung Bandung seperti jersey, syal, dan topi.

Tak hanya itu, deretan spanduk terpampang di depan stadion.

Ada hal menarik sebelum pertandingan, di mana bobotoh membuat koreo dengan tulisan “Save Rohingya”.

Koreo tersebut ditunjukan sebagai tanda dukungan kemanusiaan dari bobotoh kepada umat Muslim Rohingya di Rakhine State Myanmar.

Namun, koreo tersebut menjadi masalah baru lagi bagi Persib. Kabarnya, Persib akan kembali didenda PSSI karena koreo itu yang bermuatan politis.

Sebagaimana diketahui, menurut otoritas sepak bola dunia, pesan atau simbol politik sebaik apa pun dilarang masuk ke dalam lapangan.

Berdasarkan aturan kompetisi Liga 1 2017 yang mengacu pada Law of The Game FIFA, bisa saja Persib mendapatkan sanksi atas aksi tersebut.

FIFA tidak mengizinkan simbol atau pesan politik dan bahkan agama masuk ke dalam lapangan pertandingan karena dinilai sensitif.

Keputusan Dewan Asosiasi Sepak bola Internasional, Peraturan 4 Law of The Game FIFA menyebutkan setiap pemain atau tim dilarang untuk menampilkan pakaian dalam berisikan slogan politik, agama, pribadi, pernyataan atau gambar, dan iklan selain logo produsen.

Apabila melanggar akan mendapat sanksi dari penyelenggara kompetisi atau FIFA.

Daftar panjang denda Persib bukan menjadi hal baru. Pada musim putaran pertama Liga 1, Persib kena denda sekitar Rp500 juta akibat serangkaian pelanggaran yang dilakukan bobotoh. Seperti pelemparan botol hingga membawa flare ke dalam stadion.

Isu Muatan Politis Bukan Pertama Kali

Bukan hanya Persib, tim besar lainnya seperti Persija Jakarta pernah terancam sanksi dari PSSI atas aksi koreo yang dinilai bermuatan politis.

Kala itu, Persija akan melawan Bhayangkara FC di Stadion Chandrabaga Bekasi pada 29 Juli 2017. The Jakmania, suporter setia Persija Jakarta, membentangkan bendera Palestina dan membuat tulisan “Save Palestina”.

Aksi tersebut sebagai bentuk simpati The Jakmania atas konflik Israel-Palestina, di mana saat itu Palestina kembali bergejolak. Hal itu terjadi lantaran Israel memboikot akses menuju Masjid Al Aqsa untuk masyarakat negara timur tengah tersebut.

Ketua panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan Persija Jakarta, Arief Perdana Kusuma memberi imbauan kepada suporter untuk tidak membuat koreografi bergambarkan bendera Palestina. Sebab, itu dilakukan supaya menghindari sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

"Koreografi seperti itu tidak diperbolehkan. Nanti panpel bisa kena denda," kata Arief dikutip Detik.

Macan Kemayoran, julukan Persija, sebelumnya juga pernah mendapat hukuman dari Komdis PSSI lantaran spanduk yang bertuliskan dukungan kepada ulama.

Komdis menyatakan spanduk tersebut termasuk ke dalam unsur SARA. Saat itu, Persija tengah melakoni laga tandang melawan PS TNI di Stadion Pakansari Kabupaten Bogor.

Sanksi juga diberikan kepada Persela karena pendukungnya kedapatan membawa spanduk besar bertuliskan “Save Al-Aqsa”.

Karena spanduk yang berkibar pada pertandingan melawan Barito Putera, Persela didenda sebesar Rp22,5 juta.

Kasus serupa harus dirasakan oleh Sriwijaya FC. Pendukung mereka melakukan hal yang sama dengan Persela. Pada pertandingan melawan Persipura, spanduk bertuliskan “Save Palestine” dinilai melanggar dan harus dikenakan sanksi sebesar Rp30 juta.

Jika Disanksi, Bobotoh dan Pemain Persib Siap Udunan

Panglima Viking Persib Club Yana Umar mengaku aksi tersebut bagian dari rasa kemanusiaan dan empati sesama umat Muslim.

“Kalian manusia apa hewan? Kami dukung Rohingya karena masih punya rasa kemanusiaan,” katanya kepada AyoBandung, Rabu (13/9/2017).

Sebagai dirigen koreo, Yana selalu mengingatkan kepada bobotoh agar menjadi insan yang peduli sesama.

“Bobotoh merupakan pendukung yang santun. Tidak hanya bicara sepak bola saja. Tapi kami angkat penderitaan saudara-saudara yang sedang membutuhkan,” ucapnya.

Galangan dukungan untuk masyarakat Rohingya pun terus berlanjut.

Official Viking Ganas yang bermarkas di Subang kini turun ke jalan untuk mengumpulkan dukungan bagi saudara-saudara di Rohingya.

Akun Instagram @vikingganas telah mengumpulkan sebanyak Rp1.580.000 untuk didonasikan kepada pengungsi Rohingya.

Terkait sanksi lagi, Yana melanjutkan sebagai perwakilan bobotoh siap menggalang udunan bila Persib mengalaminya.

Istri almarhum Ayi Beutik, Mia Beutik menyayangkan ancaman sanksi terhadap koreo “Save Rohingya”.

“Ketika kemanusiaan terbentur aturan. Mari kita udunan untuk memperlihatkan solidaritas bobotoh,” ujarnya.

Pemain Persib Ahmad Jufriyanto atau Jupe siap mengajak rekan-rekannya untuk udunan.

“Saya siap kalau disanksi untuk udunan. Mungkin saya akan mengajak pemain lain,” katanya.

Sebelumnya, Jupe juga pernah mengunggah koreografi tersebut di akun Instagram pribadinya @achmad16jufriyanto. Dalam unggahan tersebut, Jupe meminta agar selalu menyelipkan doa untuk Rohingya.

Pengamat Sepak Bola Eko Noer atau Eko Maung menilai sikap bobotoh menggalang dana merupakan bentuk sikap bertanggung jawab. Artinya, bobotoh sudah paham segala tingkah laku mereka di lapangan dapat berisiko.

“Meski sanksi belum pasti tapi pernyataan bobotoh siap udunan merupakan sikap gentleman,” jelasnya.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menjelaskan bila Persib belum mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI terkait koreografi "Save Rohingya" di laga kontra Semen Padang beberapa waktu lalu.

Sebab, kreasi bobotoh yang terbentang di tribun timur Stadion Si Jalak Harupat masih dikaji Komdis PSSI.

"Beritanya masih hoax karena masalah ini belum dibahas oleh komite disiplin," katanya.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Humas Jawa Barat Aher Ahmad Heryawan 160x600 Socmed Ayo Bandung 160x600