web analytics
Berusia 20 Tahun, Penghina Ibu Negara Ngaku Kecewa dengan Pemerintah
Oleh Ananda Muhammad Firdaus, pada Sep 13, 2017 | 17:48 WIB
Berusia 20 Tahun, Penghina Ibu Negara Ngaku Kecewa dengan Pemerintah
postingan yang membuat pelaku ditangkap/instagram

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Pada Kamis 7 September 2017, media sosial dihebohkan oleh postingan akun instagram bernama @warga_biasa.

Akun itu mengunggah meme mengenai Ibu Negara Joko Widodo yang tengah mengenakan jilbab dengan ujaran kebencian. Menjadi heboh, karena warganet alias netizen kemudian mentautkan postingan itu dengan kedua putra Jokowi, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep yang terkenal aktif di media sosial.

Namun, keduanya merespons dengan santai "Biarin dimaafkan aja,"  tulis Gibran. Begitu juga Kaesang yang menulis "Yo orapopo mas. Maafkan wae," katanya.

Respons kedua anak Jokowi itulah yang kemudian menjadi viral dengan cara di capture dan tersebar, hingga akhirnya ditautkan dengan akun para penegak hukum.

Ayobandung sempat melihat postingan @warga_biasa yang memang sepertinya baru dibuat. Akun yang kini dikunci dan diganti itu penuh meme dengan hujatan terhadap pemerintah dan politikus.

Polisi kemudian mengidentifikasi akun itu berada di Bandung, setelah mendapatkan laporan laporan dari warga Bandung Ahmad Zahid (28).

"@warga_biasa memposting gambar Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo dengan tulisan 'Ibu ini seperti ***** pakai jilbab hanya untuk menutup aib," kata Kapolretabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, Rabu (12/9/2017).

"Awalnya Polrestabes Bandung melakukan penyelidikan lalu diamankan saudari DW di Jalan Laswi Kota Bandung yang mengunggah foto tersebut," katanya.

Namun dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, DW mengaku tidak membuat foto tersebut.

"Dibuat oleh teman medsosnya atas nama Dodik Ikhwanto yang tinggal di Palembang," lanjut Hendro.

Selanjutnya pihaknya pun memberikan tim Kasat Reskrim Polrestabes Bandung yang dipimpin AKBP Yoris Marzuki dan dibantu oleh unit Polresta Palembang yang selanjutnya pelaku dibawa ke Kota Bandung.

Pelaku yang merupakan mahasiswa berumur 20 tahun itu mengaku melakukan hal itu karena merasa tidak nyaman dengan pemerintah Joko Widodo sekarang.

"Tersangka sangat kecewa terhadap rezim pemerintah saat ini," kata Hendro. 

Dodik kini harus mendekam di penjara dengan ancaman pelanggaran pada pasal 45 ayat (1) jo 27 ayat (1) UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan UU no. 11 tahun 2008 tentang ITE. 

Editor : Administrator
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600