web analytics
Menelisik Kesuksesan Semen Padang Tahan Imbang Persib Bandung
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada Sep 10, 2017 | 17:54 WIB
Menelisik Kesuksesan Semen Padang Tahan Imbang Persib Bandung
Persib Bandung harus berbagi hasil seri dengan Semen Padang FC di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Sabtu (9/9/2017).(Ramdhani)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Persib Bandung harus berbagi hasil seri dengan Semen Padang FC di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Sabtu (9/9/2017).

Semen Padang mencetak gol pertama lewat kaki Vendri Mofu di menit ke 44. Namun tak ingin kalah, Persib langsung membalas dengan serangan gol ke gawang Semen Padang oleh Raphael Maitimo.

Pertandingan tersebut berjalan alot karena kedua tim sama-sama memberikan permainan menyerang. Striker Persib, Ezechiel N’Douassel sempat beberapa kali menciptakan peluang tapi masih bisa dihalau oleh para bek Semen Padang.

Sampai akhirnya dua menit sebelum peluit tanda pertandingan selesai, Ezechiel baru bisa cetak gol setelah mendapatkan assist dari Shohei Matsunaga.

Gerakan Semen Padang semakin berbahaya semenjak memasuki babak kedua. Beberapa pemainnya seperti Riko Simanjuntak memberikan counter attack, yang membuat para pemain Maung Bandung, terutama di lini belakang semakin kerepotan.

Pemain di sayap kiri maupun kanan, seperti Tony Sucipto dan Febri Hariyadi pun seolah tidak mendapatkan suplai bola karena dijaga ketat oleh pemain Semen Padang. Vendri Mofu dan Riko Simanjuntak sering berlari dengan cepat, sehingga membuat prahara di depan jala Deden Natshir.

Hingga sampai akhir babak kedua, skor 2-2 pun menutup pertandingan dari kedua klub besar ini. Kecewa tentu dirasakan Persib, karena Maung Bandung berharap bisa mengantongi tiga poim penuh untuk terus merangkak naik di klasemen.

Apalagi dalam dua pertandingan sebelumnya, Persib te menang besar atas lawan-lawannya. Seperti saat bisa menundukan Sriwijaya FC dengan skor akhir 4-1.

“Saya minta maaf karena tidak sesuai target. Ke depannya saya berjanji akan lebih baik lagi,” ujar Emral Abus, pelatih baru Persib pada jumpa pers sehabis pertandingan.

Emral mengakui strategi yang diterapkan Persib ternyata tidak mampu menghalau pergerakan tim berjuluk Kabau Sirah itu, terutama Riko Simanjuntak dan Vendri Mofu.

Selain itu, pemain Irsyad Maulana pun kerap menjadi ancaman bagi Persib saat di lapangan. Emral menilai Semen Padang memiliki manajemen tim yang rapat dan baik.

“Apa yang dikhawatirkan tentang kecepatan Riko, Mofu, dan kepintaran Irsyad Maulana terjawab sudah. Nil Maizar pernah berdiskusi dengan saya tentang sepak bola modern yang mengandalkan kecepatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pelatih Semen Padang, Nil Maizar mengaku anak asuhnya bisa menahan imbang Persib yang kini progres permainannya sedang naik dalam beberapa pertandingan terakhir.

Seperti yang diungkapkan oleh Emral Abus, memang Nil Maizar menerapkan top modern football, sepeti layaknya tim-tim besar di dunia.  Di mana aliran bola tidak hanya dari lini tengah saha, namun kedua sayap, baik kanan maupun kiri menjadi tombak penting dalam suplai bola.

Kecepatan dan kelihaian dari pemain juga kunci penting dari top modern football  yang diarahkan oleh Nil Maizar kepada anak-anak asuhnya.

“Saya bangga dengan para pemain. Para pemain terbukti bisa bermain baik di Liga 1. Semoga permainan baik tetap terjaga. Kami jangan lengah,” jelas Nil Maizar.

Berada di peringkat 13 klasemen sementara, bagi Uda Nil, sapaan akrabnya, mengaku masalah harga diri menjadi motivasi yang selalu membangkitkan mereka untuk menang.

“Harga diri kami tidak bisa diremehkan. Untuk itu kami percaya diri, setidaknya bisa menahan tim sekuat Persib,” ucapnya.

Pemain Semen Padang, Riko Simanjuntak juga angkat suara. Ia merasa puas atas hasil yang diraih dalam pertandingan melawan Persib.

“Harusnya kami bisa menang, sebab hanya kecolongan di menit-menit terakhir saja. Tapi saya puas dan bangga terhadap kerja sama semua,” tutur Riko.

Bukan Faktor Stadion, Persib Imbang Tetap Butuh Evaluasi

Persib kini masih bertahan di posisi ke 9 klasemen sementara Liga 1 dengan poin sementara 33, dari 23 pertandingan yang telah dimainkan. Meski belum pernah kalah, hasil imbang melukai hati para pemain, tim pelatih, dan bobotoh.

“Hasil draw di kandang itu sama saja dengan kalah. Seharusnya kalau di rumah sendiri, kami bisa rebut poin penuh,” kata Manajer Persib, Umuh Muchtar.

Dengan hasil seri, mitos tentang ‘keangkeran’ Stadion Si Jalak Harupat yang konon dapat membawa Persib menang besar seakan runtuh.

Beberapa waktu lalu, manajemen Persib memutuskan untuk kembali ‘pulang kandang’ ke Stadion Si Jalak Harupat karena dianggap membawa hoki bagi tim Maung Bandung. Setelah serentetan hasil yang tidak memuaskan kala Persib berlaga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Stadion Si Jalak Harupat yang mengantarkan Persib sebagai jawara di Liga Super 2014 ini ternyata dipertanyakan lagi ‘keangkerannya’. Beberapa bobotoh pun menilai bukan masalah stadion di mana Persib berlaga, tapi teknik dan penguasaan di lapangan.

“Di mana saja mainnya kalau permainannya butut tetap harus dievaluasi,” ucap seorang bobotoh bernama Rizky Fajar.

Umuh sendiri tidak ingin menyalahkan timnya atau mempermasalahkan di mana Persib berlaga. Ke depannya, masih banyak pekerjaan rumah Persib agar bisa menjadi tim papan atas di akhir musim.

“Di mana pun mainnya, kami harus tetap konsentrasi. Semoga ke depannya kami bisa menjadi lebih baik lagi,” jelas Umuh.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Humas Jawa Barat Aher Ahmad Heryawan 160x600 Socmed Ayo Bandung 160x600