web analytics
Bekraf Pacu Pengembangan Produk Fesyen
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada Sep 07, 2017 | 20:44 WIB
Bekraf Pacu Pengembangan Produk Fesyen
Pengunjung melihat-lihat hasil karya mahasiswa dan alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang dipamerkan pada kegiatan pameran 70 tahun inovasi dan kolaborasi, di Aula Barat Kampus ITB, Kota Bandung, Kamis (7/9/2017). Gelaran tersebut dalam rangka memperingati 70 Tahun Seni Rupa, Kriya dan Desain ITB dan menampilkan hasil inovasi dan kolaborasi seni rupa, desain, dan kriya dari civitas akademika serta alumni ITB.(Ramdhani)

BANDUNG, AYOBANDUNG. COM—Badan Ekonomi Kreatif menilai potensi industri kreatif terutama fesyen di dalam negeri sangat besar terus dikembangkan.

Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Abdur Rohim Boy Berawi mengatakan pada 2015 Badan Pusat Statistik (BPS) menghitung subsektor fesyen pertumbuhan ekonomi sebesar Rp154 triliun.

"Bahkan fesyen sebagai subsektor yang menyumbang nilai skor terbesar di antara subsektor industri kreatif lain," ungkap Boy di gelaran ITCC 2017 di Aula timur Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Kamis, (7/9/2017).

Namun, di tengah kemampuan yang demikian, terdapat beberapa tantangan yang masih harus dihadapi subsektor fesyen Indonesia.

"Saat ini subsektor fesyen masih kurang dalam urusan riset dan pengembangan, sehingga produk-produk yang dihasilkan masih kurang memiliki daya saing," katanya.

Padahal, di era globalisasi pola analisis riset dan pengembangan menjadi hal yang sangat penting bagi pelaku industri kreatif.

"Saat ini solusi dari kelemahan ini terletak pada produk para desainer maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Pihaknya saat ini melakukan beberapa terobosan untuk terus menggenjot pertumbuhan ekonomi di subsektor fesyen.

"Langkah-langkah menuju peningkatan tersebut patut didukung penuh dan serius,” ujarnya.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600