web analytics
Zaman Berkembang, Tren Belanja Masyarakat Bergeser ke E-Commerce
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada Aug 30, 2017 | 18:59 WIB
Zaman Berkembang, Tren Belanja Masyarakat Bergeser ke E-Commerce
Ilustrasi e-commerce.(Pixabay)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Head of Retail Education Division idEA Mohammad Rosihan menilai tren belanja masyarakat di dalam negeri saat ini mulai bergeser dari konvensional ke e-commerce.

“Tatanan distribusi sekarang sudah berubah dari konvensinal ke online. Hal ini seiring dengan kesadaran masyarakat berbelanja secara digital lebih hemat biaya, waktu, dan harga,” katanya di Bandung, Rabu (30/8/2017).

Bagi masyarakat urban belanja lewat e-commerce sudah menjadi pilihan alternatif di sela kesibukan setiap hari.

Harga yang ditawarkan e-commerce jauh lebih murah dibandingkan dengan pusat perbelanjaan besar. “Jika dulu masyarakat pergi ke mal untuk membeli barang, sekarang mereka memilih untuk mencari barang via online,” ujarnya.

“Pergi ke pusat perbelanjaan atau mal hanya sekadar mencari makan. Kini trennya jadi bergeser seperti itu,” ungkapnya.

Keunggulan berbelanja online lainnya yakni mudah diakses dan sering banyak promo menguntungkan.

“Ibaratnya kalau belanja di mal, uang Rp1.000 hanya dapat satu barang. Kalau online bisa dapat dua barang,” ucapnya.

Berdagang lewat e-commerce bisa dilakukan siapa pun tanpa memerlukan keahlian khusus.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600