web analytics
NU Jabar Tolak Full Day School
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada Aug 12, 2017 | 18:53 WIB
NU Jabar Tolak Full Day School

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat secara tegas menolak kebijakan pemberlakuan Full Day School yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 23 Tahun 2017.

Sistem Full Day School mengharuskan setiap sekolah untuk menetapkan proses pembelajaran selama lima hari dalam satu pekan dengan periode waktu delapan jam.

Kebijakan Full Day School dinilai PWNU Jabar tidak mampu membentuk karakter anak seperti halnya dalam pesantren. Soalnya dalam pesantren tidak hanya diajarkan mengenai ilmu pengetahuan namun juga akhlak dan toleransi.

"Berdasarkan kajian mendalam dan pemantauan intensif yang kami lakukan bahwa fakta di lapangan menunjukan mayoritas sekolah belum siap menerima kebijakan Full Day School," ujar Ketua PWNU Jabar Hasan Nuri Hidayatullah pada Sabtu (12/8/2017).

Salah satu pertimbangan penetapan Full Day School karena menilai bila para pelajar di perkotaan dihawatirkan akan terjerumus  dalam pergaulan bebas soalnya ditinggalkan orang tua yang bekerja.

"Tidak semua orangtua didik bekerja seharian penuh terutama di pelosok. Belajar tidak selalu identik dengan sekolah karena interaksi sosial peserta didik dengan lingkungan tempat tinggalnya juga bagian dari pendidikan karakter," ujar Hasan.

Lebih lanjut Hasan menilai bila dilihat dari perspektif regulasi maka kebijakan Full Day School bertentangan dengan Pasal 51 UU Sisdiknas dan Pasal 35 UU tentang guru dan dosen.

Selain itu secara tegas Hasan juga menolak calon kepala daerah yang mendukung Full Day School. Mengingat pada tahun 2018 mendatang Jabar akan menghadapi pilkada serentak yang menyertakan 16 pemilu di kabupaten dan kota.

"NU Jabar tidak akan mendukung calon kepala daerah yang mendukung penerapan kebijakan Full Day School," tutup Hasan. 
 

Editor: Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Humas Jawa Barat Aher Ahmad Heryawan 160x600 Socmed Ayo Bandung 160x600