web analytics
Golkar dan PDIP Sepakat Koalisi untuk Menangkan Pilkada Serentak Jabar
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada Aug 12, 2017 | 16:07 WIB
Golkar dan PDIP Sepakat Koalisi untuk Menangkan Pilkada Serentak Jabar

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Partai Golkar dan PDI Perjuangan telah sepakat untuk menjalin kerja sama politik dalam upaya memenangkan seluruh Pilkada serentak di Jawa Barat. 

Kesepakatan koalisi tersebut tidak hanya akan terjalin dalam gelaran Pilgub Jabar tahun 2018 mendatang namun juga di pilkada lainnya salah satunya Pilwalkot Bandung.

"Golkar hari ini lagi fokus membahas pilkada serentak di 16 kabupaten dan kota. Kita fokus memenangkan 12 dari 16 pilkada bersama PDI Perjuangan," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi di Bandung pada Sabtu (12/8/2017).

Nantinya kedua partai politik tersebut akan saling mengisi posisi dalam menetapkan nama calon gubernur dan walikota beserta wakilnya di setiap daerah pemilihan.  

"Saling tukar menukar. Golkar mengalah di kabupaten ini. Nanti PDIP mengalah di kabupaten ini. Kompromi politik biasa," ujar Dedi Mulyadi.

Namun hingga kini Dedi Mulyadi yang juga merupakan bakal calon Gubernur Jabar mengaku belum menentukan mengenai nama pasangan dan sepenuhnya menyerahkan keputusan pada DPP PDIP. 

"Saya serahkan sepenuhnya pada DPP PDIP. Kita tidak mencampuri karena persoalan wakil itu otoritasnya DPP PDIP. Kita tidak boleh miih. Siapa yg ditugaskan DPP maka kita harus menerima dan bekerja bersama," ujar Dedi Mulyadi.

Sementara itu Ketua Dewan Pakar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Agung Laksono menyatakan bila meski belum ditetapkan sebagai calon Gubernur Jabar oleh pusat namun Dedi Mulyadi dinilainya sebagai figur yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.

Lebih lanjut Agung juga mengapresiasi mengenai jalinan kesepakatan koalisi politik yang terbangun antara Golkar bersama PDIP di Jabar. Mengingat jalinan antara kedua partai juga berlangsung di pusat

"Dedi Mulyadi sudah matang di pohon. Kalau untuk Jawa Barat sudah jelas posisinya yaitu ada Golkar untuk Jabar satu dan PDIP untuk Jabar dua," ujar Agung Laksono di waktu dan tempat yang sama.

Upaya senada juga dilakukan bakal calon Wali Kota Bandung dari Partai Golkar Nurul Arifin yang sebelumnya telah berkomunikasi dengan PDIP. Meski hingga kini koalisi antara Golkar dan PDIP belum dinyatakan secara resmi dalam Pilwalkot Bandung.

"Saya ada komunikasi dengan PDIP tapi belum memberikan komitmen. Menjalin komunikasi politik itu wajib karena kita tidak tahu nanti menyangkut dimana. Saya tidak ingin jual mahal," ujar Nurul Arifin.

Tidak hanya dengan PDIP karena Nurul mengaku telah menjalin komunikasi dengan semua partai. Soalnya koalisi dengan partai lain dinilai penting dalam menjalankan roda pemerintahan pasca pilkada.

"Masih cair tidak ada resistensi. Kalau ada yang mengganjal dari internal itu adalah dinamika. Itulah seni berpolitik," tutup Nurul Arifin. 
 

Editor: Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Humas Jawa Barat Aher Ahmad Heryawan 160x600 Socmed Ayo Bandung 160x600