Yamaha Aerox

Berkenalan dengan Twelve Bloem, Butik Batik Zaman Now

  Senin, 25 Desember 2017   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Suasana di butik batik Twelve Bloem

BANDUNGAYOBANDUNG.COM--Berkenalan dengan Maharani Asih sang empunya butik Batik "Twelve Bloem" yang biasa disapa Mahe meninggalkan kesan tersendiri.

Wanita berhijab cantik dan modis ini cepat menjadi akrab membuat siapa pun betah ngobrol dengannya. Seperti ketika pewarta ayobandung.com menyambanginya di butik pribadinya di kawasan R.E. Martadinata Bandung, belum lama ini. 

Dunia fesyen memang bukan hal baru bagi Mahe. Maklum, menggeluti dunia fesyen menjadi hobi tersendiri. Meski kerap dicap gadis tomboy karena mantan seorang Atlet Basket, Mahe rupanya sudah terbiasa mengamati bisnis. 

Hal itu pun semakin memupuk kecintaan Mahe pada dunia fesyen dan membuatnya paham seluk beluk bisnis yang erat kaitannya dengan kaum hawa ini. 

Apalagi, wanita yang rupanya mantan Mojang Subang dan seorang model ini mulai belajar berdagang secara serius usai menikah.

Ia mengaku terinspirasi membuka sebuah gerai butik yang diberi nama Twelve Bloem. 

Bagi Mahe, "Twelve" diambil dari angka favoritnya 12 dan "Bloem" yang diambil dari Bahasa Belanda rupanya untuk mewakili keindahan filosofi bunga mekar: layaknya usahanya ini. 

Wanita yang juga merupakan alumni Jurusan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia ini pun bercerita, konsep " Twelve Bloem" ini layaknya sebuah makna dari simbol batik yang tradisional namun bertemu dengan gaya dan model yang kekinian, elegan, namun santai. 

"Saya kreasikan batik ini sesuai pemilihan warna yang segar dan main di warna. Tapi tidak menghilangkan sifat klasiknya namun lebih bergaya anak muda," ujar Mahe. 

Bersama teman dan dukungan suaminya, Mahe pun membuka sempat membuka toko pertamanya hasil kolaborasi di kawasan Dago. Kini, usaha yang dirintisnya itu sempat dilakukan melalui berdagang secara online. 

“Awalnya karena bosan enggak ada kerjaan karena suami jadi buat usaha," ujarnya.

Memang, keramahan dan sifatnya yang supel membuat butiknya pun cepat dikenal. Apalagi kawasan Riau menjadi salah satu sudut di Kota Bandung yang banyak diminati warga maupun para wisatawan untuk sekadar melancong. 

Terbukti saat ayobandung.com menyambangi, "Twelve Bloem" banyak didatangi kaum hawa yang tentunya ingin meluapkan hasrat berbelanja mereka. Kini, Butik Twelve Bloem pun bisa dibilang menjadi salah satu gerai batik yang bisa jadi referensi mencari butik bergaya zaman now.

"Saya pengin buat batik semakin dicintai di mata semua kalangan bukan orang tua tapi juga generasi milenial. Makanya setiap cutting-an batikku gaya dan segmentasinya santai dan high," katanya.

Sebut saja mulai dari motif batik Parang Klitik, Piring Lampadan Cirebon, dan motif lainnya. "Saya memang sengaja masukin selera yang sesuai dengan kepribadian, dinamis tapi elegan. Itu sih ciri dari batik karya Twelve Bloem," katanya.

Rahasia Kesuksesan

"Wanita tak bisa dilepaskan dari urusan berpenampilan cantik. Fesyen lekat dengan keseharian kaum hawa," ungkapnya. 

Oleh karenanya, Mahe pun menempatkan diri bukan hanya sebagai penjual, tapi konsultan mode bagi para pelanggannya.

Suasana butik Twelvve Bloem pun didesainnya menjadi tempat belanja yang nyaman.

Dunia butik sudah menyita kesibukan wanita aktif ini. Namun Mahe masih menyimpan sebuah mimpi, suatu saat bisa membesarkan butiknya, produk yang dijualnya pun semakin variatif dan tidak melulu untuk pasar kaum wanita.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar