Yamaha Aerox

Mampir di Sentra Kerudung Cicalengka

  Jumat, 08 Desember 2017   Asri Wuni Wulandari
Beberapa pekerja tengah mengerjakan pembuatan kerudung di salah satu konveksi di kawasan sentra kerudung Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (8/12). (Job/Naufal Azhar Syauqi)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Bisnis kerudung di kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung tak bisa dianggap main-main. Sejumlah pengusaha kerudung tersebar dan hadir si detiap desanya, mulai dari usaha rumahan hingga konveksi berskala besar. Hal itu pula yang membikin kawasan di sebelah timur Bandung ini sebagai sentra kerudung terbesar di Indonesia.

Sebut saja, Ruli, salah seorang asisten manajer di salah satu konveksi terbesar di Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. “Usaha kerudung milik bos saya sudah lama, sekitar 10 tahunan,” ujarnya ketika ditemui AyoBandung di Cicalengka, Jumat (8/12/2017).

Hadinya bisnis kerudung yang masif ini juga sekaligus mengurangi angka pengangguran di kawasan tersebut. “Ya dengan bisnis seperti ini sangat membantu perekonomian,” kata Ruli. Apalagi jika mengingat bahwa mayoritas pekerja merupakan warga asli kampung.

Meski kudu bersaing dengan sesama pengusaha kerudung, omzet yang dimiliki tetap menjanjikan, apalagi ketika bulan Ramadan tiba. Buktinya itu terjadi pada tempat Ruli bekerja. “Sejauh ini omzet masih standar lah, sekitar Rp 20-30 juta. Tapi ketika Ramadan naik bisa sampai Rp 200 juta hasil ngirim ke luar pulau,” jelasnya.

Ramainya bisnis kerudung di Cicalengka ini bermula sejak beberapa pengusaha, yang jalan lebih dulu, sukses menjalankan bisnisnya. Tak ayal, orang lain yang melihatnya lalu tertarik dan ingin mencoba.

“Awalnya, kan, orang kalau melihat sepintas hasil dari berjualan kerudung itu untungnya besar. Mereka awalnya pegawai di salah satu konveksi kerudung, kemudian tertarik belajar karena omzet dari usaha itu menjanjikan. Lalu, mereka buka usaha sendiri. Nah, dari sanalah yang menjadikan Cicalengka sebagai sentra kerudung,” beber Heni, salah seorang pemilik usaha kerudung rumahan di Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Tapi ada yang berbeda dari penjualan sentra kerudung di Cicalengka. Jika kini sebagian besar pengusaha beramai-ramai memasarkan produk jualannya melalui daring, tidak dengan pengusaha kerudung di kawasan ini.  

Mereka justru enggan untuk menjual produknya secara daring lantara merasa kurang cocok. Mereka lebih memilih untuk mengirim produknya ke pasar-pasar besar di berbagai daerah seperti Jakarta, Cirebon, atau di luar Pulau Jawa sekalipun. Pasalnya, para penjual kerudung di Cicalengka ini menyasar penjualan dalam jumlah besar. “Ah, kurang minat saya. Di internet itu yang menjual paling satuan, berbeda sama kita orang (pebisnis) kerudung yang jual banyak,” pungkas Heni.

(Job/Naufal Azhar Syauqi)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar