Yamaha NMax

Gas Melon Langka, Pedagang di Gedung Sate Mengeluh

  Kamis, 07 Desember 2017   Mildan Abdalloh
Sejumlah warga mengantre pembelian gas LPG 3 kilogram di Jalan Ir. H. Djuanda, Bandung, Kamis (7/12). (AyoBandung/Irfan Alfaritsi)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sudah satu pekan terakhir gas LPG berukuran 3 kilogram seolah lenyap dari pasaran. Sejumlah warga ramai-ramai meneriaki hal tersebut.

Salah satunya, Sam (54), seorang pedagang di kantin Gedung Sate, Bandung. “Saya biasa menggunakan gas 3 kilogram, sekarang sudah satu pekan langka,” akunya pada AyoBandung, Kamis (7/12/2017).

Sebagai pedagang nasi, tentu Sam sangat tergantung dengan keberadaan gas LPG 3 kilogram itu.

Biasanya, ia berlangganan kepada salah satu pangkalan di sekitar rumahnya di kawasan Cimuncang, Cicaheum. Menurut Sam, biasanya si pemilik pangkalan mengantarkan gas langsung ke rumahnya. Namun sudah satu pekan ini, pangkalan langganan kehabisan stok.

"Terpaksa nyari sendiri ke warung-warung. Di sekitar rumah pada kosong, kemarin dapat di Kacor Jalan Pahlawan, harganya juga mahal sampai Rp 30.000," ujar Sam.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Sarti, pedagang lainnya di kantin Gedung Sate. Warga Balubur, Bandung itu terpaksa harus keliling-keliling untuk mencari si melon.

"Biasanya nyetok untuk tiga hari, tapi sekarang sudah habis dan terpaksa nyari ke daerah lain. Kalau tidak, bisa enggak jualan," ujar Sarti.

Sarti berharap agar pemerintah melakukan tindakan cepat supaya gas LPG ukuran 3 kilogram ini tak langka lagi di pasaran.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar