Yamaha Aerox

Viral Video Bentrok Viking dan The Jak Cileungsi, Polisi Lakukan Penelusuran

  Selasa, 28 November 2017   Hengky Sulaksono
Polres Bogor mendiskusikan terkait dugaan video viral antar suporter

BOGOR, AYOBANDUNG.COM--Jagat media sosial dihebohkan sengan beredarnya video dugaan tawuran antar fans Persib, Viking dan pendukung Persija, The Jak yang ditengarai terjadi di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Video yang diunggah akun Instagram indonesiafootball_fans ini telah diputar setidaknya 94.577 kali hingga Senin (27/11/2017) malam.

Dalam video tersebut nampak segerombolan remaja yang saling menyerang satu sama lain dengan tangan kosong di sebuah areal terbuka saat malam hari. Dalam video juga beberapa kali terdengar suara yang menginstruksikan agar para remaja melakukan serangan tertentu.

Tak jelas siapa dan kelompok remaja mana yang diberi instruksi. Namun yang pasti, para remaja yang bentrok tersebut tak menggunakan atribut suporter tertentu. Suara-suara yang terdengar saat perkelahian juga tidak memberikan rujukan soal siapa kelompok remaja yang terlibat dalam tawuran ini.

Sementara rujukan ihwal informasi keributan tersebut melibatkan Viking dan The Jak ditegaskan dalam keterangan video. Keterangan unggahan indonesiafootball_fans ini menyebut jika video tersebut menayangkan pertarungan terbuka antara Persib Fans Cileungsi dan The Jak Tales Bogor Squad di Cileungsi.

Keterangan video juga menyebitkan jika perkelahian melibatkan 10 orang di masing-masing pihak. Keterangan yang sama juga mencatat jika perkelahian dimenangkan kubu fans Persib alias Viking.

Beberapa saat setelah video beredar luas dan viral, Polres Bogor melakukan penelusuran. Polres Bogor juga mengundang kedua belah pihak pengurus suporter yang disebut-sebut bertikai ini untuk mengklarifikasi keberadaan video tersebut di Markas Polres Bogor.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Mochammad Dicky Pastika Gading mengatakan jika polisi tidak menerima adanya laporan bentrokan dari pengurus The Jak maupun Viking di Kabupaten Bogor.

"Sampai saat ini tidak ada laporan atau informasi terkait kejadian tersebut. Dan dari pihak, baik dari (suporter) Persija maupun Persib mengutuk dan tidak menyetujui apabila ada hal-hal yang seperti itu," kata Dicky, Senin (27/11/2017) malam.

Dicky menilai jika peredaran video ini bakal berefek negatif. Kedua kubu suporter yang telah mendeklarasikan perdamaian beberapa waktu lalu berpotensi kembali berkonflik. Video ini, katanya, memprovokasi antar kelompok suporter untuk melancarkan serangan balasan.

"Apalagi sudah ada kata yang satu menang, yang satu kalah. Ini tentunya akan membuat dendam saja. Oleh karena itu ini akan kita telusuri dari mana video ini dan siapa yang membuat pertam kali untuk bisa mempertanggung-jawabkan kepada publik apa yang telah dilakukannya," katanya.

Lebih dari itu, Dicky juva mengatakan jika video tersebut bohong belaka alias hoaks. "Itu hoaks." Walau demikian, kepolisian bakal terus mengusut peredaran video tersebut hingga si pelaku ditemukan.

Jika peristiwa yang direkam video merupakan tawuran alias perkelahian massal, maka pelaku tawuran bakal dijerat dengan Pasal 170 KUHP. Sementara jika video yang diedarkan mengandung informasi hoaks, polisi bakal menjerat pelaku penyebar hoaks tersebut dengan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman kurungan enam tahun penjara.

"Kita telusuri dulu ini siapa orangnya. Kalau perlu kita rekomendasikan akun itu kita tutup juga dan kita telusuri orang-orangnya siapa yang ada di situ," ujarnya.

Koordinator Wilayah The Jak Kabupaten Bogor, Cupay, menuturkan jika informasi soal keterlibatan dua kelompok suporter dalam video tawuran tersebut tidak benar.

"Video yang beredar di Instagram itu hoaks. Karena hubungan kita dengan pihak Persib atau Viking berjalan kondusif. Tidak ada kejadian apapun," ujar dia.

Pernyataan serupa dikeluarkan salah seorang perwakilan Viking wilayah Bogor Timur, Adri, juga menyebut informasi yang terkandung dalam video akun Instagram indonesiafootball_fans hoaks belaka.

"Menurut kami itu hoaks. Karena dari anggota kami pun tidak ada (laporan) insiden yang kayak begitu. Sementara ini kejadian itu hanya hoaks. Di wilayah kita masih kondusif," kata dia.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar