Wow, "Saritem" Buka Lapak di Jalan Asia Afrika

  Minggu, 24 September 2017   Arfian Jamul Jawaami
Food Truck Saritem ikut mejeng di gelaran HUT Kota Bandung ke-207 di Jalan Asia Afrika, Sabtu (23/9/2017).(Arfian)
AYO BACA : Eaglo Foodtruck: Yummy, Burger Isi Daging Iga Sapi

AYO BACA : Bobogi Foodtruck: Cerita Anak Band yang Suka Susu

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Lautan food truck hasil modifikasi mobil Daihatsu Gran Max membentang rapi sepanjang Jalan Asia Afrika guna meramaikan gelaran Bandung Oto Trade Market atau disingkat Botram pada tanggal 23 hingga 24 September 2017.
 
Gelaran tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian agenda perayaan HUT Kota Bandung ke-207. Juga sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas Daihatsu dalam memenuhi kebutuhan transportasi dan otomotif dunia selama kurun waktu 110 tahun.
 
Setidaknya sebanyak 110 food truck atau mobil toko turut ambil bagian dalam gelaran yang dilaksanakan berkat kerja sama antara Pemkot Bandung dengan Astra Daihatsu Motor tersebut.
 
Beraneka ragam menu kudapan kuliner hingga fesyen seperti pakaian dan sepatu tersaji meramaikan malam. Bahkan beberapa brand distro dan coffee shop ternama seperti Hoax dan Ngopi Doeloe turut serta memamerkan modifikasi Gran Max sebagai media jual beli.
 
Namun di antara begitu banyak mobil toko, nyatanya terdapat satu Gran Max berwarna hitam yang sedari sore telah mencuri perhatian pengunjung. Bukan tanpa alasan karena dalam tubuh mobil tersebut tertera gambar besar bertuliskan "Saritem". 
 
Eits jangan ngeres dulu. Soalnya Saritem yang dimaksud bukan seperti yang dipikirkan. Bukan berarti kawasan lokalisasi prostitusi dekat Jalan Gardujati yang memajang etalase para pekerja seks komersial.
 
Tidak ada batas usia untuk dapat mengunjungi serta menikmati layanan Saritem. Soalnya Saritem yang dimaksud merupakan kafe berjalan di mana menyediakan beragam menu minuman seperti susu murni dan bubble
 
"Susunya asli dan murni bukan tiruan. Bukan susu yang itu tapi sama enaknya," ujar salah satu pengunjung Saritem, Dasep Ardiansyah pada Sabtu malam (23/9/2017).
 
Pemilik Saritem yakni Yudistira Afiano sengaja memberikan nama usahanya serupa dengan salah satu kawasan lokalisasi prostitusi di Kota Bandung karena ingin mengubah dan mengenalkan citra baru yang positif.
 
Pemilihan nama Saritem dipilih karena merupakan singkatan dari komunitas motor trail yang diikuti Yudistira yakni Supermoto Adventure Rider Team.
 
"Hanya ingin mengubah dan mengenalkan Saritem bukan sebagai dunia malam. Tapi juga memiliki arti lain yang lebih positif. Dari Saritem saya mencari rezeki halal untuk anak dan istri," ujar Yudistira.
 
Biasanya bersama istri dan anaknya, Yudistira menjajakan mobil tokonya di kawasan Bandung timur tepatnya di daerah Cinunuk. Tidak hanya minuman karena Saritem juga menyediakan menu makanan seblak.

AYO BACA : Bandung Foodtruck: Memberdayakan UKM Kuliner Kota Bandung

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar