Yamaha Aerox

Biaya Modifikasi Daihatsu Charmant Keluaran 1985

  Senin, 28 Agustus 2017   Anggun Nindita Kenanga Putri
Ilustrasi Daihatsu Charmant yang sudah dimodifikasi.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah mobil Daihatsu Charmant keluaran tahun 1985 melesat di arena balap Gymkhana Competition Intersport  Road to World Stage Qualifier di Lapangan Lanud Husein Sastranegara Bandung, Minggu (27/8/2017)

Dengan catatan waktu 23,9 detik, mobil Daihatsu Charmant ini mampu mengalahkan lawannya yang memakai mobil keluaran terbaru. Sang pengemudi, ternyata Andrian Ivan Sigit yang sudah tak asing lagi di jagat balapan mobil. Dirinya berhasil menempati peringkat ke delapan dengan catatan waktu tercepat.

Sudah sekitar empat tahun Andrian menekuni dunia balap ini. Mobil Daihatsu Charmant kesayangannya kerap menjadi jagoannya dalam mengarungi tiap balapan. Kendaraan yang dimilikinya memang bukan mobil keluaran baru. Tapi mobil jadul jagoannya ini ternyata memiliki kekuatan yang mumpuni untuk menggaruk aspal.

Rahasia tentu saja dengan segala modifikasi yang dilakukannya terhadap mobilnya itu. 

“Untuk bisa ikut ajang racing, modifikasi baik dari mesin maupun bodi tentu saja jadi hal yang penting,” kata pria beranak dua tersebut. 

Sebelum aktif mengikuti ajang balap, Andrian harus menghabiskan waktu setahun lebih untuk merestorasi mobil jadul miliknya itu. Ia mengungkapkan bahwa saat memiliki mobil Daihatsu Charmant itu masih dalam keadaan ‘mentah’, di mana perbaikan harus dilakukan di beberapa bagian mesin juga bodinya.

“Terutama bagian mesin dan kaki-kaki, itu yang biasanya memakan waktu lama dalam perbaikannya,” ujarnya.

Bagian mesin mobil biasanya yang menjadi pekerjaan rumah bagi para pecinta mobil modifikasi ini. Maklum sesuai dengan umurnya, tenaganya pun berkurang jika dibandingkan dengan mobil keluaran terbaru. Maka komponen mesin pun harus diotak-atik agar bisa menjadi gagah kembali.

Andrian mengungkapkan untuk mengganti komponen mesin dan mengembalikan tenaga mesin, memang tidak membutuhkan waktu yang sebentar. Bahkan dirinya juga harus merogoh kocek yang agak dalam untuk bisa mengembalikan tenaga mesin mobilnya kembali prima.

“Perbaikan mesin bisa mencapai total Rp5 juta bahkan sampai Rp10 juta. Tergantung dari tingkat kesulitannya,” ucapnya.

Modifikasi di komponen mesin mobil terdiri dari perbaikan piston, ring piston, metal duduk dan jalan, packing set, juga kopling. Selain itu penggantian karburator juga menjadi salah satu yang harus diperhatikan dengan baik. Umumnya mobil standar memakai karburator single barrel.

“Nah kalau mau upgrade tenaga, biasanya ganti memakai two barrel atau four barrel. Kalau untuk balap bahkan ada yg menggunakan six barrel,” tuturnya.

Setelah karburator, bagian pengapian juga menjadi tantangan tersendiri bagi pecinta mobil modifikasi. Andrian mengungkapkan biasanya modifikasi dilakukan untuk mengganti pengapian dari model platina ke model Capacitor Discharge Ignition atau CDI. Model ini terdiri dari berbagai macam kelas dan merek, pada umumnya para penggiat racing akan memilih CDI dengan merek yang bagus. Harga yang harus dikeluarkan bisa sampai di atas Rp5 juta untuk mendapatkan CDI yang berkualitas.

Harga yang dikeluarkan memang sesuai dengan kualitas yang didapat. Dirinya menuturkan dengan semakin mahal CDI, maka setrum yang dihasilkan pun akan semakin besar saat mobil dipacu.

“Belum lagi untuk upgrade knalpot dan biaya untuk bodi yang bisa di atas Rp20 juta,” tambahnya.

Dengan begitu banyaknya biaya yang ia keluarkan, Andrian merasa tidak masalah. Sebagai penyaluran atas hobinya, modifikasi mobil ternyata membuatnya merasakan kepuasan tersendiri.

Jika awal mengenal dunia modif, ia harus pergi ke bengkel modif dan dibantu oleh montir untuk membenahi mobil jadulnya. Kini beberapa pekerjaan modif pun bisa ia lakukan sendiri, salah satunya adalah membuat AC mobil menjadi lebih dingin seperti mobil keluaran baru.

Mengerjakan modifikasi mobil bukannya tidak berisiko. Tidak semua pekerjaan modifikasi bisa berjalan dengan sempurna. Menurut Andrian, beberapa komponen harus melewati tahapan trial and error. Beberapa bahkan gagal, namun semua itu dijadikannya sebagai pelajaran.

“Dinikmati saja, kegagalan itu pasti ada. Malah justru dengan kegagalan tersebut menjadikan kita lebih dekat lagi dengan komunitas otomotif untuk lebih banyak sharing,” tegasnya.

Ke depannya, Andrian tidak merasa kapok untuk melakukan kembali beberapa modifikasi untuk mobil jadulnya. Baginya walaupun mobilnya keluaran lama, tapi bisa menjadi sebuah mobil yang memperlihatkan performa terbaiknya dalam dunia balap dan tidak kalah dengan mobil-mobil baru.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar