Yamaha Mio S

Jaksa Bacakan Keterangan Ahok soal Kasus Video Buni Yani

  Selasa, 15 Agustus 2017   Ananda Muhammad Firdaus
Sidang lanjutan kasus perkara dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani. (Danny/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sidang lanjutan kasus perkara dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani, kembali tidak dihadiri oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (15/8/2017) siang.

Ketidakhadiran tersebut lantas diganti dengan tawaran agar berita acara pemeriksaan (BAP) saksi Ahok dapat dibaca oleh jaksa penuntut umum (JPU). Meski sempat menimbulkan perdebatan dengan penasihat hukum terdakwa, namun majelis hakim akhirnya memberi izin pembacaan BAP.

"Yang bersangkutan telah dipanggil tiga kali namun tetap tidak diizinkan pihak rutan dan tidak memungkinkan hadir," kata Jaksa Penuntut Umum, Andi M. Taufik di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung. 

Dalam pembacaan BAP, terdapat 13 poin yang dijawab oleh Ahok. Di antaranya, mengenai pertanyaan apakah Ahok mengakui dan mengenali akan adanya video yang diunggah oleh Buni Yani pada salah satu akun media sosialnya.

"Ya, saya mengenali dan mengingat video tersebut, di mana video tersebut adalah dokumentasi kegiatan saya saat memberikan kata sambutan di Kepulauan Seribu," kata Ahok pada keterangan yang dibacakan JPU. 

Lebih lanjut, Ahok mengakui video itu berasal dari pihak pemerintah DKI Jakarta. "Ya benar, video itu diambil atau didokumentasikan oleh Diskominfo dan Humas Provinsi DKI Jakarta," kata Jaksa.

Berkenaan tentang kesesuaian antara video unggahan Buni Yani dan dokumentasi Pemprov DKI Jakarta, Ahok mengatakan hal itu tidak sesuai. 

"Dapat saya jelaskan "kalimat bapak ibu (pemilih muslim) dibohongi surat Al Maidah 51 (dan) masuk neraka (bapak ibu dibodohi)," tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan saat memberikan kata sambutan di tempat pelelangan ikan di Pulau Pramuka," kata jaksa membacakan.

"Adapun yang saya sampaikan adalah sesuai dengan rekaman yang direkam Diskominfo. Adapun kalimat tersebut adalah, "jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi pakai surat Al Maidah 51, macam-macam itu loh. Itu hak bapak ibu yah, jadi kalau bapak ibu merasa enggak bisa milih saya takut masuk neraka, dibodohi gitu yah. Enggak apa-apa karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu," ujar Ahok mengklarifiksi dalam keterangan.

Pada keterangannya yang lain, Ahok mengungkap dirinya merasa dirugikan, malah menjadi terancam akibat video yang diduga sengaja diedit dan diunggah oleh Buni Yani. 

"Saya mengalami kerugian antara lain, saya mengalami fitnah, di mana banyak orang terutama warga DKI Jakarta menganggap saya menista salah satu agama," katanya. "Saya juga merasa terancam karena sampai ada seseorang yang ingin membunuh saya, dengan imbalan uang sejumlah Rp1 miliar karena saya telah menistakan agama," lanjutnya lagi.

BAP sendiri diambil menjadi salah satu bahan rujukan dan pertimbangan majelis hakim untuk putusan sidang. Selain itu, agenda sidang lanjutan Buni Yani dihadiri empat saksi lainnya, antara lain saksi ahli sosiologi, digital forensik, agama, dan bahasa.
 

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar