Yamaha NMax

Empat Alasan Industri Film Porno Jepang Lebih Maju Ketimbang AS

  Rabu, 05 Juli 2017   Andres Fatubun
Megabintang JAV, Maria Ozawa.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Siapa yang tidak kenal dengan nama-nama seperti Maria Ozawa aka Miyabi, Sora Aoi, Risa Murakami, atau Akiho Yoshizawa. Mereka adalah segelintir dewi film porno atau dewasa asal Jepang.

Foto dan video tubuh mereka yang tanpa sebenang pun sudah merebak dan menjadi koleksi bagi ratusan juta pria di seluruh dunia.

Tak heran jika industri film dewasa Jepang bisa meraup untung selangit yang jumlahnya hingga US$ 70 miliar pertahun atau sekitar Rp935 triliun. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya mencapai US$ 10-12 miliar.

Keuntungan dan kemajuan industri film dewasa Jepang tersebut dipengaruhi oleh empat faktor.

Pertama, sejarah. Orang Jepang memiliki sikap yang lebih terbuka ketimbang negara Asia lainnya soal seks. Mereka tidak memandang seks sebagai tindakan yang tabu, memalukan, atau berdosa. Pada masa pemerintahan Keshogunan Tokugawa atau disebut zaman Edo terkenal budaya yang disebut Ukiyo atau lukisan-lukisan bergambar adegan seks.

Faktor kedua adalah masyarakat. Dewasa ini kehidupan keseharian sebagian besar pria Jepang adalah rutinitas yang panjang dan padat. Setiap hari mereka harus meninggalkan rumah pada pukul 05.00 pagi untuk mengejar kereta dan tiba kembali pada jam 11 malam. Dengan jadwal sepadat dan berdasarkan hasil sejumlah survei, orang Jepang adalah penduduk yang jarang memiliki hubungan seks di antara negara berkembang. Maka menonton film porno adalah saluran yang paling tepat untuk mengatasi minimnya hubungan seks.

Ketiga, teknologi. Siapa yang bisa menyanggah jika Jepang adalah pusatnya teknologi tak terkecuali di industri film. Pada tahun 1975 ditemukan kamera perekam dan pemutar video Beta dan VHS. Jepang merupakan salah satu negara yang paling awal menggunakan teknologi itu. Pada tahun 1981, sekitar 10 persen warga Jepang memiliki alat pemutar dan kaset pita rekaman tersebut. Bukan kebetulan, jika industri film porno Jepang juga mengalami perkembangan pesat pada tahun-tahun tersebut. Setelah era pita kaset, munculah internet. Sejak era dunia maya tersebut, penyebaran film dewasa Jepang semakin tak terbendung.

Faktor terakhir atau keempat adalah permintaan yang tinggi. Film dewasa Jepang tak hanya menjadi raja di negerinya sendiri tapi juga mencaplok negara di sekitarnya. Salah satunya Tiongkok yang menjadi pasar terbesar.

Alasannya masuk akal, karena Pemerintah Tiongkok melarang keras industri film dewasa. Bahkan salah satu megabintang Japan AV (JAV), Sora Aoi, belajar bahasa Mandarin untuk meningkatkan kepopulerannya di negeri Tirai Bambu tersebut. Sementara di Korea, film dewasa Jepang disebarluaskan lewat smartphone dan itu menjadi keuntungan bagi para operator.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar