Yamaha NMax

Selama Lebaran, Okupansi Hotel di Bandung Melonjak 95%

  Senin, 03 Juli 2017   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Trans Luxury Hotel.(Ist)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI mencatat tingkat okupansi hotel di Kota Bandung selama libur Lebaran mencapai 95% dari kondisi normal.

Ketua PHRI Jabar Herman Muhtar mengatakan okupansi hotel terjadi 26-27 Juni 2017.

"Okupansi hotel di Kota Bandung pada bulan puasa berada di kisaran 25%-30%. Kemudian, pada 24-25 Juni okupansi ada peningkatan sekitar 50% hingga pada 26-28 Juni melonjak 95%," katanya kepada AyoBandung, Senin (3/7/2017).

Kebanyakan tamu yang menginap di hotel merupakan wisatawan yang sedang libur di Kota Bandung.

"Tamu asal Jakarta dan sekitarnya paling banyak menginap di hotel-hotel di Bandung, diikuti tamu-tamu dari daerah lain," kata Herman.

Tak hanya itu, pada 24-25 Juni okupansi hotel didominasi tamu non-Muslim yang melalukan reservasi.

"Mungkin karena ditinggal asisten rumah tangga (ART) mudik sehingga akhirnya memilih menginap di hotel," ucapnya.

Akan tetapi, lonjakan okupansi hanya berlangsung tiga hari. Saat ini, okupansi perhotelan kembali menurun seperti sebelumnya yang hanya 60%.

"Sekarang mulai turun, tapi masih di angka 60%. Data ini saya dapat sampai tadi malam," ujarnya.

Assisten Public Relation Manager Aston Braga Hotel & Residence Arif Fikri M mengatakan tingkat okupansi hotel selama musim libur Lebaran mencapai 94%.

"Alhamdulillah Lebaran kemarin penuh terus. Okupansi Aston bahkan bisa mencapai 94% per harinya," kata Arif.

Okupansi hotel terjadi mulai Jumat (23/6/2017) hingga Sabtu (1/7/2017).

Marketing Communication Manager The Trans Luxury Hotel Anggia Elgana mengaku tingkap okupansi hotel jauh berbeda dengan kondisi normal.

"Untuk okupansi ketika libur Lebaran mulai pick-up pada Jumat (23/6/2017) dan mulai penuh dari Senin-Kamis minggu lalu," kata Anggia.

Namun, usai libur Lebaran okupansi The Trans Luxury Hotel berangsur turun.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar