Yamaha Mio S

Ini Brand yang Paling Banyak Dipakai Gen Y di Indonesia

  Sabtu, 23 Juli 2016   Yatti Chahyati
ilustrasi (www.ceskymac.cz)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM - Survei dari Brand Alliance terhadap anak muda atau bisa disebut Gen Y menghasilkan 26 produk atau merek yang paling dikenal, sering dipakai, serta dikonsumsi generasi muda Indonesia.

Menurut data Sabtu (23/7/2016), seperti dilansir dari antara lima kategori teratas adalah mobil, motor, telefon genggam, laptop, dan kamera.

Mobil paling banyak digunakan adalah Honda, kemudian disusul Mazda, Toyota, Nissan dan peringkat lima adalah Mitsubishi; yang semuanya adalah merek kendaraan Jepang. Kemudian untuk kategori motor, Honda masih menjadi yang populer, selanjutnya disusul Yamaha, Kawasaki, dan terakhir Suzuki.

Untuk kategori telefon genggam, adalah Apple (iPhone) masih menjadi paling favorit di Indonesia, disusul Samsung, Sony, Nokia dan LG. Sedangkan laptop, Apple (Macbook serie) juga masih menjadi merek terpopuler dan disusul Lenovo, Vaio, Hp serta Asus.

Sementara itu, kamera Canon masih menjadi terpopuler dikejar peringkat dua, Nikon, kemudian Sony, Olympus, dan Fuji.

Dalam menentukan merek produk ternama Asia, Brand Alliance perlu mempelajari dan menganalisis lebih dari 6.000 komentar konsumen Gen Y dari lima negara yaitu Indonesia, Singapura, Malysia, Thailand dan Cina, serta hanya diambil lima merek produk ternama dari masing-masing negara tersebut (didefinisikan sebagai 21 - 31 tahun).

Jika dibandingkan dengan Gen Y dari negara lain di Asia, merek produk ternama pilihan Gen Y di Indonesia memamerkan kualitas dasar dan menempatkan tagline sebagai cara untuk menarik pembeli. Berbeda dengan Gen Y di China lebih memamerkan dan mengejar gaya hidup melalui merek produk yang dipilihnya, seperti merek produk impor dan mahal.

Oleh karena itu, Gen Y di China cenderung mempertimbangkan produk bermerek dan tampilan kemasan sebagai ekstensi penting dari identitas diri.

Menurut dosen jurusan manajemen Universitas Tarumanagara, Arnold Japutra, Gen Y di Indonesia memilih produk dengan merek internasional dan nasional. Jika kategori makanan dan minuman biasanya justru merek lokal yang digemari.

Hal ini, menurutnya, didasari tiga alasan, antara lain merek sudah akrab ditelinga mereka, kejelasan legalitas atau sertifikasi, dan etnosentrisme. Sebagian besar dari mereka telah menggunakan atau membeli merek ini sejak masih kecil.

Namun demikian, harus dicatat juga bahwa aksesibilitas dan ketersediaan merek nasional juga memainkan peran penting. (*)

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar